Kebutuhan Perangkat Lunak
1. REKAYASA KEBUTUHAN
• Kebutuhan untuk suatu sistem adalah deskripsi tentang
apa yang harus dilakukan oleh sistem berupa layanan
yang diberikan dan kendala dalam operasinya.
• Kebutuhan ini mencerminkan kebutuhan pelanggan untuk
sistem yang melayani tujuan tertentu seperti mengontrol
perangkat, menempatkan pesanan, atau mencari
informasi.
• Proses mencari tahu, menganalisis, mendokumentasikan
serta memeriksa layanan dan kendala ini disebut
Rekayasa Kebutuhan (Requirement Engineering).
• Rekayasa Kebutuhan harus disesuaikan dengan
kebutuhan proses, proyek, produk, dan orang-orang yang
melakukan pekerjaan.
Jenis Kebutuhan:
1. Kebutuhan pengguna adalah pernyataan, dalam
bahasa alami ditambah diagram, dari layanan apa yang
diharapkan sistem untuk diberikan kepada pengguna
sistem dan kendala di mana ia harus beroperasi.
2. Kebutuhan sistem adalah deskripsi yang lebih rinci
tentang fungsi, layanan, dan kendala operasional
sistem perangkat lunak. Dokumen Kebutuhan sistem
(kadang-kadang disebut spesifikasi fungsional) harus
mendefinisikan secara tepat apa yang akan
diimplementasikan. Ini mungkin menjadi bagian dari
kontrak antara pembeli sistem dan pengembang
perangkat lunak.
Kegiatan pada Rekayasa Kebutuhan:
1. Pengenalan Permasalahan (Inception)
• Proyek PL dimulai ketika kebutuhan bisnis atau pasar
atau layanan baru telah diidentifikasi atau ditemukan
• Menetapkan pemahaman dasar tentang masalah, siapa
yang menginginkan solusi, sifat solusi, serta keefektifan
komunikasi dan kolaborasi antara stakeholder dengan
tim PL.
2. Pengenalan Lanjutan (Elicitation)
• Bagian penting dari elisitasi adalah untuk menetapkan
tujuan bisnis.
• Masalah yang sering dijumpai:
- Lingkup permasalahan: tentang batasan sistem tidak
jelas atau rincian teknis yang membingungkan
- Permasalahan yang berkaitan dengan pemahaman
- Permasalahan yang berkaitan dengan kestabilan
Kegiatan pada tahap ini adalah:
- Kebutuhan penemuan
Proses pengumpulan informasi tentang sistem
yang diperlukan dan sistem yang ada, filterisasi
pengguna dan kebutuhan sistem.
Sumber informasi selama tahap penemuan kebutuhan
termasuk dokumentasi, stakeholder, dan spesifikasi
sistem.
- Klasifikasi Kebutuhan dan Organisasi
Kegiatan ini mengumpulkan kebutuhan yang tidak
terstruktur dan kebutuhan kelompok yang bersifat
koheren. Cara pengelompokkan kebutuhan menggunakan model
arsitektur sistem untuk mengidentifikasi sub-sistem dan
untuk menghubungkan kebutuhan dengan masingmasing sub-sistem.
- Kebutuhan Prioritas dan Negosiasi
Kegiatan ini berkaitan dengan memprioritaskan
kebutuhan dan menemukan cara penyelesaian konflik
melalui negosiasi.
3. Elaborasi (Elaboration)
Elaborasi dilakukan dengan cara membuat dan
penyempurnaan skenario pengguna yang
menggambarkan bagaimana pengguna akhir (dan aktor
lain) akan berinteraksi dengan sistem.
4. Negosiasi
Elaborasi dilakukan dengan cara membuat dan
penyempurnaan skenario pengguna yang
menggambarkan bagaimana pengguna akhir (dan aktor
lain) akan berinteraksi dengan sistem.
5. Spesifikasi (Specification)
• Spesifikasi kebutuhan adalah proses menuliskan
kebutuhan pengguna dan kebutuhan sistem ke dalam
dokumen kebutuhan.
• Spesifikasi dapat berupa dokumen tertulis, model grafis,
model matematika formal, kumpulan skenario
penggunaan sistem/PL, prototipe, atau kombinasi dari
semuanya.
• Kebutuhan pengguna menggambarkan kebutuhan
fungsional dan non-fungsional sehingga dapat
dimengerti oleh pengguna sistem (perilaku eksternal dari
sistem) yang tidak memiliki pengetahuan teknis.
• Dokumen kebutuhan tidak boleh menyertakan rincian
arsitektur atau desain sistem.
6. Validasi (Validation)
Validasi kebutuhan adalah proses pengecekan
kebutuhan yang benar-benar menentukan sistem yang
diinginkan oleh pelanggan.
Validasi melakukan pemeriksaan untuk memastikan
bahwa:
✓ Semua kebutuhan PL telah dinyatakan dengan jelas
✓ Inkonsistensi, kelalaian, dan kesalahan telah
terdeteksi dan diperbaiki
✓ Produk kerja sesuai dengan standar yang ditetapkan
untuk proses, proyek, dan produk.
7. Manajemen Kebutuhan (Requirement Management)
Serangkaian kegiatan yang membantu tim proyek
untuk mengidentifikasi, mengontrol, dan melacak
kebutuhan-kebutuhan dan melacak perubahan terhadap
kebutuhan saat proyek berlangsung.
Ada beberapa alasan mengapa perubahan tidak dapat
dihindari:
1. Lingkungan bisnis dan teknis sistem selalu berubah
setelah instalasi.
2. Pengguna sistem bukan orang yang sama.
3. Sistem besar biasanya memiliki komunitas pengguna
yang beragam
Tidak ada komentar:
Posting Komentar