Rabu, 23 September 2020

Materi Perangkat Lunak Pertemuan 2

 

Model Proses Pengembangan Perangkat Lunak

 Model Proses Pengembangan Perangkat Lunak

    Dalam era digital saat ini perangkat lunak (software) sudah banyak sekali mengalami perkembangan sehingga menghasilkan berbagai macam model atau jenis dari perangkat lunak tersebut, diantaranya yaitu:

1. Model Waterfall

    Model waterfall atau disebut juga "classic life cycle" merupakan pengembangan perangkat lunak yang menekankan fase-fase yang berurutan dan sistematis. Pengembangan perangkat lunak, model ini cenderung menjadi salah satu pendekatan yang kurang iteratif dan fleksibel.

    Dalam model ini terdapat beberapa tahapan dalam prosesnya :

a. Requirements Analysis and Definition, merupakan tahap analisa kebutuhan sistem.

b. System and Software Design, merupakan tahap mengalokasikan kebutuhan hardware dan software.

c. Implementation and Unit Testing, merupakan tahap perangkat lunak direalisasikan sebagai satu set program atau unit program (coding) dan kemudian dilakukan pengujian (testing).

d. Integration and System Testing, merupakan tahap dimana program  diintegrasikan dan diuji sebagai sistem yang lengkap sesuai kebutuhan dan persyaratan dalam perangkat lunak.

e. Operation and Maintenance, merupakan tahap perawatan yang melibatkan koreksi kesalahan yang tidak ditemukan pada tahap sebelumnya.



2. Model Prototype

    Model prototype merupakan pengembangan perangkat lunak yang kompleks dan juga iteratif. Model ini dikerjakan secara bersama-sama (pengembang) dan  hanya mendefinisikan perangkat lunak secara objektif  tanpa merinci kebutuhan input, pemrosesan dan outputnya. Adapun tahapan dalam model ini :

a. Tahap analisa kebutuhan, dengan dilakukannya komunikasi antara tim pengembang PL dengan pelanggan.

b. Tahap Quick design, membangun rancangan umum sesuai dengan yang diketahui dari tahap analisa.

c. Tahap pembuatan prototipe.

d. Tahap evaluasi, prototipe diserahkan kepada stakeholder untuk dievaluasi.

e. Tahap iterasi, tahap ini akan terjadi saat prototipe diperbaiki.



3. Model Spiral

    Model spiral merupakan model perangkat lunak yang menggabungkan sifat iteratif pada model prototype dengan aspek berurutasn dan sistematis pada model waterfall. Model ini sangat berguna untuk melakukan pembangunan proyek-proyek besar dan prosesnya dilakukan dengan memperhatikan resiko proyek sehingga pada akhirnya akan menghasilkan model proses yang tepat sesuai kebutuhan pengguna. Adapun tahapan dalam model ini :

a. Tahap Liason, tahap komunikasi antara pihak pengembang dengan pelanggan (user)

b. Tahap planning, tahap perencanaan yang meliputi sumber-sumber informasi, batas waktu dan informasi-informasi yang dapat menjelaskan proyek.

c. Tahap analisis resiko, tahap untuk mengidentifikasi resiko dan menghasilkan solusi alternatif untuk mengurangi resiko tersebut.

d. Tahap rekayasa (engineering), tahap pembuatan prototype

e. Tahap konstruksi dan pelepasan (release), tahap pembangunan perangkat lunak untuk diuji.

f. Tahap evaluasi, tahap dimana pelanggan/pemakai (user) memberi tanggapan terhadap perangkat lunak.


4. Model Rapid Application Development (RAD)

    Model RAD merupakan model  perangkat lunak yang tergolong dalam teknik incremental (bertingkat) dan menekankan pada siklus pembangunan pendek, singkat, dan cepat. RAD juga menggunakan metode iteratif (berulang) dan mengadopsi model waterfall sehingga pembangunan dalam waktu yang singkat dapat dicapai. Adapaun tahapan dalam model ini :

a. Requirements Planning, tahap mengidentifikasikan tujuan-tujuan aplikasi atau sistem dan syarat-syarat informasi yang ditimbulkan dari tujuan-tujuan tersebut.

b. User design, tahap pengguna berinteraksi dengan sistem analis kemudian mengembangkan model dan prototipe 

c. Construction, tahap pengembangan program dan aplikasi yang mirip dengan SDLC dan pengguna terus berpartisipasi dan masih dapat menyarankan perubahan atau peningkatan.

d. Cutover, tahap  peralihan termasuk konversi data, pengujian, pergantian ke sistem baru, dan pelatihan pengguna.



5. Model Scrum

    Model scrum merupakan model perangkat lunak yang menggunakan prinsip-prinsip pendekatan AGILE (prinsip-prinsip yang sama atau pengembangan sistem jangka pendek yang memerlukan adaptasi cepat dari pengembang terhadap perubahan dalam bentuk apapun), yang bertumpu pada kekuatan kolaborasi tim, incremental product dan proses iterasi untuk mewujudkan hasil akhir. Adapun tahapan dalam model ini :

a. Backlog, tahap dimana daftar prioritas kebutuhan proyek/fitur dan item yang menyediakan nilai bisnis bagi pelanggan dapat ditambahkan.

b. Sprints, tahap dimana unit kerja diperlukan untuk mencapai kebutuhan yang didefinisikan dalam backlog yang harus sesuai dengan time box (waktu yang telah dialokasikan untuk menyelesaikan beberapa tugas) yang telah didefinisikan (biasanya 30 hari)

c. Scrum Meetings, tahap diadakannya pertemuan untuk membantu tim mengungkap potensi masalah sedini mungkin.

d. Demo, tahap memberikan peningkatan perangkat lunak untuk pelanggan sehingga fungsionalitas yang telah diterapkan dapat didemonstrasikan dan dievaluasi oleh pelanggan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar